Yang pada awalnya dikira akan menjadi rumah aman terakhir, ternyata sudah berubah rupa dan fungsi menjadi ruang uji mental seribu malam. Lalu banyak yang bertanya apa guna diri dalam kubus tak bertuju dan yang terlontar hanya alasan tidak berdasar bahwa masih ada harapan rumah ini untuk menjadi suci kembali. Lalu kembali beberapa para makhluk anti-kerja itu bertanya tentang fungsi diri juga kubah megah tersebut terhadap semesta, yang lainnya sudah cukup paham akan hasrat dan keinginan yang terlontarkan maka mereka berhenti bertanya. Terjawablah pertanyaan tersebut oleh terjadinya kematian seekor lalat karena dilahap dengan nikmat oleh katak buruk rupa, “rantai makanan”, jelas Artapradha sang angin besar sambil lalu, ketus entah apa yang telah terjadi pada harinya yang seperti biasa tidak pernah sama. “Perputaran hidup”, Genati I Padhu menambahkan, kura-kura bermahkota itu datang tiba-tiba entah darimana asal perjalanannya. Genati yang bijak, Genati yang telah melalui berbagai tingkatan menuju tapa brata, Genati yang sudah lama tidak berbicara bila tidak ada untungnya. Bayang-bayang mulai berlalu, semakin sedikit yang bertahan untuk kerap bertanya. Rantai makanan, perputaran hidup, semua terjadi dalam lingkaran emas yang entah akan sebesar apa lingkupnya, di bawah, di atas, setara, akan ada waktunya, semua akan terasa.
Tuesday, 4 October 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

tessa, blognya seru
ReplyDeleteTerimakasih <3
ReplyDelete