Lantun lagu kaya irama, bergerak-gerak ikuti alunan nada ingin mengutarakan isi hati paling sempurna. Lalu siapa yang bisa saja diam diri tidak menulis apa-apa selama daya dan hasrat menolaknya?
Hilang dari peradaban pensil dunia maya selama beberapa detik pelangi, lalu disini saya kembali. Merangkum beberapa menit yang terisi dengan pengalaman luar biasa di dunia nyata. Saya melakukan banyak hal disana, di laut rumput, lapisan udara dan tembok tanah serta kertas biru. Sangat banyak hal yang mungkin akan saya rangkum dalam satu kata sakral.
Indah.
Saya bertemu banyak manusia, raga yang berisikan jiwa menawan yang lagi, berisikan cerita-cerita moralistik. Saya menenggelamkan diri dalam lautan atmosfir positif selama satu minggu waktu bumi. Saya menguatkan hati untuk mencintai, dan betul saja, saya jatuh cinta. Saya jatuh cinta dengan bumi, dengan isinya. Apa yang bisa dijabarkan disini, semuanya ingin menyemburatkan diri, saya bisa muntah warna disini, semuanya begitu cerah. Yang terjadi, yang terasa, yang di hati, cerah dan warna-warni. Susah bicara dalam bahasa dan kalimat biasa, maka akan kembalilah tangan saya menceritakan yang ada seperti yang sudah-sudah.
Kisah nyatanya, kaki menuntun saya bertemu jiwa-jiwa hebat, jiwa-jiwa dalam raga yang elok bentuknya, tertuturlah kata hati dalam senyuman penuh arti. Terkikis ego manusia dalam benang merah, merasuklah mereka dalam benang biru batin saya, transformasilah mereka jadi keluarga. Mereka adalah rumah. Yang selalu saya nyanyikan dalam hati, "Home is where my heart is" terjadi secara sempurna, percaya saya, tergeletaklah cinta dan diri saya dalam mereka, rumah saya.
Mereka yang kehilangan arah, kehilangan yang mereka kira cinta, yang tertuntun oleh ego inderawi dan duniawinya, menyatu dengan lautan rumput, mengatapkan diri dengan langit, lalu kembalikah kami semua di rumah, alam elok raya. Terdengar munafik dan sebagainya, keindahan ini hanya bisa terasa bila kau sudah ada dirumah, maka datanglah. Satu, dua, tiga, seiring dengan detak jantung rusa disana, kami terbuka, terkuak layaknya bunga lotus dipegunungan suci sana, hati menerima dan memberi. Senyum ramah tamah menjadi makanan batin paling lezat. Mengagumkan bagaimana kata-kata "manusia itu berhubungan" terjabarkan isi perutnya, teraplikasikan dan terpuaskan. Untuk menjadi positif, menjaga sesama dan alam raya, menguatkan bakal saya, aplikasikan cinta dan ikhlas, menjadi seseorang yang lebih baik.
Saya menemukan kakak-adik batin saya. Saya menemukan kasih saya. Saya menemukan saudara saya. Saya menemukan arti hidup saya. . Satu kisah yang ingin tertutur, pintanya. Tentu, dengan semua ilmu dan cinta, saya bertemu kembali dengan satu cinta yang lama tidak terasa. Apapun itu namanya, iya saya cinta. Saling mengisi, saling mengingatkan, saling berbagi, merendahkan hati untuk menerima perbedaan, saling menopang dan terbangunlah kami kembali, saya dan dia sudah menemukan satu sama lain, terimakasih keluarga, saya menemukan-"nya". Kemana alam akan membawa kami dan terpisahkanlah suatu masa nanti, dalam detik pelangi ini kami terisi, tanpa lupa cinta lain yang tetap menjadi amunisi, kami keluarga dengan juta warna dan isi, membagi cinta untuk semua, semua, semua hal di bumi.
Banyak kata "SAYA" di cerita kali ini, bukan self-centered tetapi inilah kisah yang saya rasakan dan alami, anggota keluarga saya yang lainnya memiliki kisah sendiri, semua tertutur berbeda, dengan semangat yang sama, jadi maafkan bila terlihat mengutamakan diri, bukan maksud, saya hanya berbagi.
Kalian semua indah,
Begitu juga dengan kami,
Begitu juga dengan saya,
Begitu juga dengan bumi.
Maka hargai, nikmati, silahkan berbagi dan jaga keindahan ini.
Cinta,
♡☮☼
ॐ
La Tessa Dwadiandra

0 comments:
Post a Comment