Bila fajar datang, mulailah hari dengan doa, lalu hadapilah raganya dengan cinta.
Yang kau sebut air suci dari mata tidak berhenti meratapi yang kamu tidak dapat lagi rasa. Seuntai rambut merah muda antara saya dan dia adalah satu-satunya hal yang masih menghubungkan kami. Sungguh miris dan ingin rasa yang ketidakadaan rasa yang kau rasa. Istighfar, saya.
Tuhan, beri kembali dia rasa. Dia lelah tanpa rasa, bila itu maksud dari ini semua.
Tidak pernah memiliki hubungan khusus, tetapi cinta atas keberadaan telah lama tumbuh dan kini menuntut coba akan kekokohannya. Tidak bisa sok menjadi ksatria tanpa aba-aba akan datangnya perang, perang batin antara ego dan keikhlasan. Apa yang harus saya perbuat? Hargai yang masih kau miliki, jaga atas namanya dan Nya.
Lalu berhentilah air suci itu mengalir dari mata. Doa, dan percaya. Dia akan kembali menjadi ksatria.
Kembalilah sehat setia, Dharu Dj.
Yang kau sebut air suci dari mata tidak berhenti meratapi yang kamu tidak dapat lagi rasa. Seuntai rambut merah muda antara saya dan dia adalah satu-satunya hal yang masih menghubungkan kami. Sungguh miris dan ingin rasa yang ketidakadaan rasa yang kau rasa. Istighfar, saya.
Tuhan, beri kembali dia rasa. Dia lelah tanpa rasa, bila itu maksud dari ini semua.
Tidak pernah memiliki hubungan khusus, tetapi cinta atas keberadaan telah lama tumbuh dan kini menuntut coba akan kekokohannya. Tidak bisa sok menjadi ksatria tanpa aba-aba akan datangnya perang, perang batin antara ego dan keikhlasan. Apa yang harus saya perbuat? Hargai yang masih kau miliki, jaga atas namanya dan Nya.
Lalu berhentilah air suci itu mengalir dari mata. Doa, dan percaya. Dia akan kembali menjadi ksatria.
Kembalilah sehat setia, Dharu Dj.
Dharu Djailani


0 comments:
Post a Comment