Saturday, 20 November 2010

KERTAS SEBESAR DUNIA

Lama saya berdiam, kerap lupa cara bicara. Semua tertampung dibawah kerongkongan berharap dapat menghindari adanya kekacauan di dalam hubungan yang sarat akan kesensitifan lisan. Lalu benarlah saya lupa cara bicara. Seperti sekantung besar jagung yang dikalungkan di leher saya, saya pun terbeban akan semua yang tidak terucap. Mencari cara lain untuk mengungkapkan rasa, saya mulai menggerakkan tangan tanda tidak suka, atau suka. Iya tangan saya lebih pintar menunjukkan perasaan, lalu rasa itu tertuang dalam karya imajiner yang hanya saya yang tahu.

Lagi-lagi, tertanam dalam-dalam, didalam ruang imajinasi saya sudah menumpuk berjuta-juta karya imajiner yang mencurahkan rasa. Sayapun mulai menuangkannya ke kertas asli. Asli, saya menyatukan berjuta-juta dalam satu kertas besar. Rasa ini menjadi terlalu banyak.


Semoga ada orang diluar sana yang bersedia membuat kertas sebesar dunia untuk saya coret-coret berdasarkan rasa.

PS: Waktunya posting, Iki mulai ganggu-ganggu mau baca... MALU TAU!

0 comments:

Post a Comment