Benang merah jambu mulai terangsang karena adanya kedatangan pelantun nada secara tiba-tiba. Tidak pernah menyangka akan kembali setelah sekian lama hasrat itu pergi entah kemana. Yang berwarna biru kembali berdenyut kencang setiap mendengar dia menulis kata indah. Yang dulu terajut dan pernah terkoyak sekarang kami benahi sama-sama. Masih ada sedikit harapan untuk menjadi nyata.
Mengunci diri dari dunia luar aku hanya ada di dalam istana. Tidak ingin mendengar apa yang mereka katakan aku tutup telinga. Mereka mulai membuat konklusi dinamis akan apa yang terjadi di dalam sini. Sekali lagi aku tidak perduli. Yang mereka percaya bukanlah hal sebenarnya. Apapun yang terjadi disinipun sesuatu yang semu.
Mengunci diri dari dunia luar aku hanya ada di dalam istana. Tidak ingin mendengar apa yang mereka katakan aku tutup telinga. Mereka mulai membuat konklusi dinamis akan apa yang terjadi di dalam sini. Sekali lagi aku tidak perduli. Yang mereka percaya bukanlah hal sebenarnya. Apapun yang terjadi disinipun sesuatu yang semu.
Lagi, yang tertulis disini pun satu-satunya cara agar kalian menerka. Akupun masih pandai menipu diri sendiri. Bukan berarti aku menipu kamu.
Kamu dan aku. Sesuatu yang akan berjalan bersama waktu.
Kamu dan aku. Sesuatu yang akan berjalan bersama waktu.

0 comments:
Post a Comment